Memasuki bulan Ramadan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bergerak cepat memantau stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan. Melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) yang bersinergi dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas), sidak dilakukan langsung di Pasar Sayur Magetan pada Selasa (3/3/26).
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Tim Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Mutu, dan Keamanan Pangan untuk menjamin masyarakat mendapatkan akses pangan yang layak dan terjangkau.
Stabilitas Harga dan Kenaikan Nasional
Analis Ketahanan Pangan dari Badan Pangan Nasional Pusat, Dr. Maya Safrina, mengungkapkan bahwa secara umum harga kebutuhan pokok di Magetan relatif stabil. Meski demikian, ia tidak menampik adanya fluktuasi pada beberapa komoditi tertentu.
"Pemantauan kami menunjukkan harga kebutuhan pokok relatif stabil selama awal puasa ini. Namun, ada komoditi seperti cabai rawit merah yang mengalami kenaikan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Magetan, melainkan sudah menjadi tren kenaikan secara nasional," jelas Maya.
Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, stok sembako dipastikan dalam kondisi aman dan mencukupi untuk kebutuhan warga. Para pedagang di pasar juga dinilai telah memahami aturan mengenai Harga Eceran Tertinggi (HET) maupun Harga Etalase Pasar (HEP).
Sebagai contoh, harga daging sapi saat ini berada di angka Rp135.000 per kilogram dengan ketersediaan barang yang selalu ada di lapak pedagang.
Tak hanya terpaku pada angka, tim gabungan juga menitikberatkan perhatian pada kualitas bahan pangan. Dr. Maya menambahkan bahwa pihaknya rutin melakukan sampling untuk memastikan produk yang dijual bebas dari zat berbahaya.
"Kami bekerja sama dengan dinas terkait untuk melakukan sampling periodik. Kami mengecek bahan yang sekiranya tidak layak jual, seperti sayuran yang berpotensi mengandung pestisida melebihi ambang batas. Edukasi kepada pedagang dan produsen terus kami gencarkan demi meningkatkan mutu dan keamanan pangan di Magetan," pungkasnya.
Tuesday, 10 Mar 2026
Magetan, Jawa Timur