Kabupaten Magetan berpeluang menjelma menjadi salah satu pusat pendidikan tinggi baru di Jawa Timur. Rencana pengembangan Kampus V Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mendapat dukungan DPRD Magetan karena dinilai mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, perkembangan kawasan perkotaan, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Sekretaris Komisi A DPRD Magetan, Didik Haryono, mengatakan pihaknya pada prinsipnya mendukung pengembangan Kampus V Unesa. Namun, hibah aset daerah yang dibutuhkan untuk perluasan kampus harus dibarengi komitmen yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Magetan.
”Kalau dari kami, prinsipnya sepakat adanya pengembangan Unesa di kota Magetan. Tetapi harus ada beberapa catatan yang menjadi kesepakatan bersama sehingga keberadaan pengembangan itu benar-benar memberi manfaat bagi Magetan,” ujarnya usai rapat, Rabu (22/7/26).
Menurut Didik, manfaat tersebut harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal. Salah satunya dengan menyediakan jalur afirmasi bagi calon mahasiswa asal Magetan sehingga mereka memiliki peluang lebih besar melanjutkan pendidikan di Unesa.
Komisi A juga mengusulkan agar Unesa membuka fakultas dan program studi baru yang sesuai dengan karakter daerah, seperti vokasi teknik, pertanian, dan peternakan. Kehadiran program studi tersebut dinilai akan menampung lulusan SMK yang jumlahnya cukup banyak di Magetan sekaligus mendukung pengembangan sektor unggulan daerah.
Selain itu, DPRD meminta kepastian terkait pemanfaatan lahan sekitar 16,8 hektare yang dibutuhkan untuk pengembangan kampus. Didik mengusulkan adanya klausul dalam nota kesepahaman yang mengatur bahwa apabila dalam waktu lima tahun lahan yang dihibahkan belum dimanfaatkan sesuai rencana, aset tersebut dapat kembali menjadi milik Pemerintah Kabupaten Magetan.
Ia menilai keputusan menghibahkan aset tidak boleh hanya dihitung dari sisi nilai tanah atau potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dampak ekonomi jangka panjang justru menjadi nilai yang jauh lebih besar.
”Kampus akan menciptakan pusat pertumbuhan baru. Aktivitas ekonomi masyarakat akan bergerak, mulai dari usaha kos, kuliner, transportasi, hingga sektor jasa lainnya. Ini investasi pendidikan yang efeknya akan dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.
Saat ini Kampus V Unesa di Maospati berdiri di atas lahan sekitar 13 hektare dengan 16 program studi dan sekitar 2.000 mahasiswa. Pada September mendatang, Unesa dijadwalkan memulai pembangunan gedung empat lantai. Tahun ajaran 2026/2027 juga diproyeksikan akan menambah sekitar 2.000 mahasiswa baru sehingga kebutuhan ruang kuliah, laboratorium, dan fasilitas penunjang semakin meningkat.
Didik menyebut Magetan kini dipandang Unesa sebagai pusat pengembangan baru di luar Surabaya. Oleh karena itu, ia berharap pemerintah daerah dapat mengambil keputusan secara cermat dengan mempertimbangkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
”Ini bukan sekadar soal hibah lahan, tetapi bagaimana Magetan memanfaatkan momentum untuk tumbuh sebagai kota pendidikan yang mampu menggerakkan ekonomi daerah dan meningkatkan kualitas sumber daya manusianya,” pungkasnya.(Diskominfo / kontrib.yan / fa2 /
Friday, 24 Jul 2026
Magetan, Jawa Timur