Rakor Pengendalian Inflasi Daerah Minggu Ketiga Januari 2025, Bahas PKG dan Harga Minyakita
20 Januari, 2025
Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi hari ini kembali digelar secara daring, dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri RI Muhammad Tito Karnavian Senin (20/1/25). Untuk kabupaten Magetan secara luring dilaksanakan di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan. Dihadiri oleh Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA), Perwakilan Forkopimda, Kepala OPD terkait serta kecamatan di seluruh Kabupaten Magetan.
Dalam paparannya, Tito menjelaskan untuk mewujudkan salah satu dari Delapan Misi Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden, yaitu Memperkuat Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) Sains, Teknologi, Pendidikan, Kesehatan, Prestasi Olahraga, Kesetaraan Gender, serta Penguatan Peran Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas melalui Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), maka Pemerintah Pusat akan melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) untuk masyarakat Indonesia.
“Untuk itu diimbau kepada Gubernur, Bupati/Wali Kota agar melaksanakan dan mengoptimalkan capaian keberhasilan PKG, dan menginstruksikan kepada Kepala Perangkat Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota untuk persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi PKG sesuai dengan kewenangan masing-masing perangkat daerah,” tambahnya.
Melanjutkan penjelasan Tito, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin kemudian memaparkan Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis. Program ini akan dilaksanakan secara bertahap. Pada tahap awal, pemeriksaan kesehatan gratis akan dilakukan di puskesmas, dengan target menjangkau 60 juta orang pada 2025. Dalam lima tahun ke depan, Kemenkes berharap program ini dapat melayani 200 juta warga Indonesia, sebagai bagian dari upaya transformasi layanan kesehatan.
Dikesempatan yang sama Plt. Sekjen Kemendagri Tomsi Tohir memberikan peringatan kepada Tim TPID untuk terus mengontrol harga minyak goreng rakyat (Minyakita) di pasaran secara kontinyu, karena ditemukan beberapa wilayah di Indonesia adanya kenaikan harga Minyakita dari harga yang telah ditentukan pemerintah sesuai Harga Eceran Tertinggi (Rp 15.700,00).
Lebih lanjut terkait inflasi, pimpinan rakor Tito menyebut inflasi nasional masih berada di angka 1,57% (y-o-y). “Bapak Presiden mengapresiasi dan memberikan perintah agar rapat koordinasi ini bisa terus dilanjutkan agar kita tidak melupakan dan konsisten dalam mengendalikan inflasi,” ungkapnya.(Diskominfo:may / fa2 / IKP1)
Bagikan ini:TwitterFacebook